Kamis, 05 Januari 2012

PEMAHAMAN



dr. Budi Soentoso (Oktober 2009)



Pengertian Pemahaman
Pemahaman berasal dari kata paham yang mempunyai arti mengerti benar, sedangkan pemahaman merupakan proses perbuatan cara memahami.
Pemahaman berasal dari kata paham yang artinya (1) pengertian; pengetahuan yang banyak, (2) pendapat, pikiran, (3) aliran; pandangan, (4) mengerti benar (akan); tahu benar (akan); (5) pandai dan mengerti benar. Apabila mendapat imbuhan me- i menjadi memahami, berarti : (1) mengerti benar (akan); mengetahui benar, (2) memaklumi. Dan jika mendapat imbuhan pe- an menjadi pemahaman, artinya (1) proses, (2) perbuatan, (3) cara memahami atau memahamkan (mempelajari baik-baik supaya paham). Sehingga dapat diartikan bahwa pemahaman adalah suatu proses, cara memahami cara mempelajari baik-baik supaya paham dan pengetahuan banyak (Depdikbud, 2007).

Kategori Pemahaman
Pemahaman dapat dijabarkan menjadi tiga, yaitu : (1) menerjemahkan (translation), pengertian menerjemahkan disini bukan saja pengalihan (translation), arti dari bahasa yang satu  kedalam bahasa yang lain, dapat juga dari konsepsi abstrak menjadi suatu model, yaitu model simbolik untuk mempermudah orang mempelajarinya. Pengalihan konsep yang dirumuskan dengan kata –kata kedalam gambar grafik dapat dimasukkan dalam kategori menerjemahkan, (2) menginterprestasi (interpretation), kemampuan ini lebih luas daripada menerjemahkan yaitu kemampuan untuk mengenal dan memahami ide utama suatu komunikasi, (3) mengektrapolasi (Extrapolation), agak lain dari menerjemahkan dan menafsirkan, tetapi lebih tinggi sifatnya. Ia menuntut kemampuan intelektual yang lebih tinggi.
Menurut Suharsimi Arikunto (2005: 115) pemahaman (comprehension) siswa diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana diantara fakta-fakta atau konsep. Menurut Sudjana (2007: 24) pemahaman dapat dibedakan dalam tiga kategori antara lain : (1) tingkat terendah adalah pemahaman terjemahan, mulai dari menerjemahkan dalam arti yang sebenarnya, mengartikan prinsip-prinsip, (2) tingkat kedua adalah pemahaman penafsiran, yaitu menghubungkan bagian-bagian terendah dengan yang diketahui berikutnya, atau menghubungkan dengan kejadian, membedakan yang pokok dengan yang bukan pokok, dan (3) tingkat ketiga merupakan tingkat tertinggi yaitu pemahaman ektrapolasi.

Senin, 28 November 2011

Prevalensi Bronkientasis/Bronkiektasis

 Oleh : dr. Muhammad Rahajoe, Agustus 2008
Keadaan masa depan masyarakat Indonesia yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai sehat, baik jasmani, rohani maupun sosial dan memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya (Kemenkes RI, 2009).
Dampak pembangunan disegala bidang, tidak hanya dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, tetapi juga dapat merugikan masyarakat. Hal yang dapat merugikan antara lain yaitu adanya polusi udara yang  dapat mempengaruhi derajat kesehatan. Gangguan kesehatan akibat polusi udara diantaranya adalah gangguan pada saluran pernapasan yaitu bronkiektasis.
Riwayat bronkiektasis pertama kali dikemukakan oleh Rene Theophile  Hyacinthe Laennec pada tahun 1819 pada pasien dengan flegmon supuratif. Tahun 1922, Jean Athanase Sicard dapat menjelaskan perubahan destruktif saluran respiratorik pada gambaran radiologis melalui penemuannya, yaitu bronkografi dengan kontras. Dengan pemberian imunisasi terhadap pertusis, campak, dan juga regiman pengobatan penyakit Tuberkulosis (TB) yang lebih baik, maka diduga prevalens penyakit ini semakin rendah. Hal ini dikarenakan penyakit TB dan pertussis merupakan salah satu penyebab bronkiektasis.
Frekuensi bronkiektasis pada tahun 2010 dilaporkan lebih tinggi di negara berkembang yang banyak melaporkan kejadian penyakit campak, TB, dan infeksi HIV. Di Negara maju, kejadian penyakit ini berkaitan dengan fibrosis kistik, cilliary dyskinesia, atau defisiensi imun. Meskipun di negara  maju insidensnya dilaporkan mengalami penurunan, tetapi akhir-akhir ini diperkirakan meningkat sejalan dengan penggunaan metode pemeriksaan yang semakin sensitif. Hasil penelitian di Australia menunjukkan bahwa angka kejadian bronkiektasis yang dikonfirmasi dengan HRTCT pada anak berusia di bawah 15 tahun adalah 147 per 10.000 anak suku Aborigin. Suatu survei nasional yang dilakukan oleh dokter anak di New Zealand menyatakan bahwa insidens bronkiektasis nonkistik fibrosis pada populasi ini 3,7 per 100.000 dengan prevalens 1 per 3000 orang. Data dari Inggris memperlihatkan prevalens 1 setiap 5.800 anak. 
Di negeri-negeri Barat pada tahun 2010, kekerapan bronkiektasis diperkirakan sebanyak 1,3%  di antara populasi. Kekerapan setinggi itu ternyata mengalami penurunan yang  berarti sesudah dapat ditekannya frekuensi kasus-kasus infeksi paru dengan pengobatan memakai antibiotik. Di Indonesia belum ada laporan tentang angka-angka yang pasti mengenai penyakit ini. Kenyataannya penyakit ini cukup sering ditemukan di klinik-klinik dan diderita oleh laki-laki maupun wanita. Penyakit ini dapat diderita mulai sejak anak, bahkan dapat merupakan kelainan kongenital.

Minggu, 27 November 2011

POKOK-POKOK PENDIDIKAN SEKS DALAM ISLAM

Prof. Dr. Ahmad Bukhari (September 2008)

Pokok-pokok pendidikan seks dalam Islam yang perlu diterapkan dan diajarkan kepada anak adalah:
a.      Menanamkan rasa malu pada anak
Rasa malu harus ditanamkan kepada anak sedini mungkin. Jangan biasakan anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar bilik mandi, ganti pakaian, dan sebagainya. Membiasakan anak perempuan sejak kecil berbusana Muslimah menutup aurat juga penting untuk menanamkan rasa malu sekaligus mengajari anak tentangauratnya.
b.      Menanamkan jiwa kelelakian pada anak lelaki dan jiwa keperempuan pada anak perempuan.
Secara fisik maupun psikologi, lelaki dan perempuan mempunyai perbedaan yang diciptakan oleh Allah. Adanya perbedaan ini bukan untuk saling merendahkan, namun semata-mata kerana fungsi yang berbeda yang kelak akan dimainkannya. Islam menghendaki agar lelaki memiliki keperibadian maskulin, dan perempuan memiliki keperibadian feminin. Islam tidak menghendaki wanita menyerupai lelaki, begitu juga sebaliknya. Untuk itu, harus dibiasakan dari kecil anak-anak berpakaian sesuai dengan kodratnya. Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya. Ibnu Abbas ra. berkata:
Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak menirulaki-laki. ( R al-Bukhari).
c.       Memisahkan tempat tidur mereka
Usia antara 7-10 tahun merupakan usia saat anak mengalami perkembangan yang pesat.Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berfikir tentang dirinya,tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar dirinya. Pemisahan tempat tidur merupakancara untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang kewujudan dirinya sebagai kepribadianyang berlainan dan disamping melatihnya bersosialisasi. Pemisahan tempat tidur juga dilakukan terhadap anak dengan kakak atau adik perempuannya, supaya dia menyadaritentang kewujudan perbedaan laki-laki dan perempuan
d.      Mengenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu)
Tiga ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah: sebelum solat subuh, tengah hari, dan setelah sholat isya. Aturan ini ditetapkan mengingat di antara ketiga waktu tersebut merupakan waktu aurat, yakni waktu ketika badan atau aurat orang dewasa banyak terbuka (Lihat: QS al-Ahzab [33]: 13). Jika pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.
e.       Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin
Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya (toilet training). Dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yangmemperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.
f.       Mengenalkan mahramnya
Tidak semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh syariat Islam. Ketentuan ini harusdiberikan pada anak agar ditaati. Didik anak agar menjaga pergaulan kesehariannya dengan selain wanita yang bukan mahramnya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak. Dengan demikian dapat diketahui dengan tegas bahwa Islam mengharamkan sumbang mahram. Allah Swt telah menjelaskan tentang siapa mahram dalam surat an-Nisa (4) ayat 22-23:
g.      Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata.
Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Begitu pula dengan mata yang dibiarkan melihat gambar-gambar ataufilm yang mengandung unsur pornografi. Karena itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.
h.      Mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilat
Ikhtilat adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang dibolehkan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam ini pada masa sekarang sudah dianggap biasa. Mereka bebas berpandangan, saling berdekatan dan bersentuhan; seolah tidak ada lagi batas yang ditentukan syariah yang mengatur interaksi di antara mereka. Ikhtilât dilarang karena interaksi semacam ini boleh menjadi penyebab kepada perbuatan zina yang diharamkan Islam. Kerena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran laki-laki dan perempuan secara bebas.
i.        Mendidik anak agar tidak melakukan khalwat
Dinamakan khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada disuatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang tersembunyi, yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. Sebagaimana ikhtilât, khalwat pun merupakan perantara bagi terjadinya perbuatan zina. Anak-anak sejak kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. jika bermain, bermainlah dengan sesama jenis. Jika dengan yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak berkhalwat.
j.        Mendidik etika berhias.
Berhias, jika tidak diatur secara Islami, akan menjerumuskan seseorang pada perbuatandosa. Berhias bererti memperindah atau mempercantik diri agar berpenampilan menawan. Tujuan pendidikan seks dalam kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan maksiat.
k.      Ihtilâm dan haid.
Ihtilâm adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia baligh.  Adapun haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilâm dan haid tidak hanya sekadar untuk dapat memahami anak dari pendekatan fisiologis dan psikologis semata. Jika terjadi ihtilâm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan mandi. Yang paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah. Artinya, mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab atas hidupnya sebagai hamba Allah yang taat.

Bronkientasis (Bronchiectasis)

oleh: dr. Sumardjono, November 2010

DEFINISI
Bronkiektasis (Bronchiectasis)adalah suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernafasan yang besar.

Bronkiektasis bukan merupakan penyakit tunggal, dapat terjadi melalui berbagai cara dan merupakan akibat dari beberapa keadaan yang mengenai dinding bronkial, baik secara langsung maupun tidak, yang mengganggu sistem pertahanannya.
Keadaan ini mungkin menyebar luas, atau mungkin muncul di satu atau dua tempat.

Secara khusus, bronkiektasis menyebabkan pembesaran pada bronkus yang berukuran sedang, tetapi bronkus berukuran kecil yang berada dibawahnya sering membentuk jaringan parut dan menyempit.
Kadang-kadang bronkiektasis terjadi pada bronkus yang lebih besar, seperti yang terjadi pada aspergilosis bronkopulmoner alergika (suatu keadaan yang disebabkan oleh adanya respon imunologis terhadap jamur Aspergillus).

Dalam keadaan normal, dinding bronkus terbuat dari beberapa lapisan yang ketebalan dan komposisinya bervariasi pada setiap bagian dari saluran pernapasan.
Lapisan dalam (mukosa) dan daerah dibawahnya (submukosa) mengandung sel-sel yang melindungi saluran pernafasan dan paru-paru dari zat-zat yang berbahaya. Sel-sel ini terdiri dari:
- sel penghasil lendir
- sel bersilia, yang memiliki rambut getar untuk membantu menyapu partikel-partikel dan lendir ke bagian atas atau keluar dari saluran pernafasan
- sel-sel lainnya yang berperan dalam kekebalan dan sistem pertahanan tubuh, melawan organisme dan zat-zat yang berbahaya lainnya.

Struktur saluran pernafasan dibentuk oleh serat elastis, otot dan lapisan kartilago (tulang rawan), yang memungkinkan bervariasinya diameter saluran pernafasan sesuai kebutuhan.
Pembuluh darah dan jaringan limfoid berfungsi sebagai pemberi zat makanan dan sistem pertahanan untuk dinding bronkus.

Pada bronkiektasis, daerah dinding bronkus rusak dan mengalami peradangan kronis, dimana sel bersilia rusak dan pembentukan lendir meningkat. Ketegangan dinding bronkus yang normal juga hilang.
Area yang terkena menjadi lebar dan lemas dan membentuk kantung yang menyerupai balon kecil.
Penambahan lendir menyebabkan kuman berkembang biak, yang sering menyumbat bronkus dan memicu penumpukan sekresi yang terinfeksi dan kemudian merusak dinding bronkus.

Peradangan dapat meluas ke kantong udara kecil (alveoli) dan menyebabkan bronkopneumonia, jaringan parut dan hilangnya fungsi jaringan paru-paru.
Pada kasus yang berat, jaringan parut dan hilangnya pembuluh darah paru-paru dapat melukai jantung.

Peradangan dan peningkatan pembuluh darah pada dinding bronkus juga dapat menyebabkan batuk darah.
Penyumbatan pada saluran pernafasan yang rusak dapat menyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam darah.
PENYEBAB
Bronkiektasis bisa disebabkan oleh:
  1. Infeksi pernafasan
    - Campak
    - Pertusis
    - Infeksi adenovirus
    - Infeksi bakteri contohnya Klebsiella, Staphylococcus atau Pseudomonas br>- Influenza
    - Tuberkulosa
    - Infeksi jamur
    - Infeksi mikoplasma

  2. Penyumbatan bronkus
    - Benda asing yang terisap
    - Pembesaran kelenjar getah bening
    - Tumor paru
    - Sumbatan oleh lendir

  3. Cedera penghirupan
    - Cedera karena asap, gas atau partikel beracun
    - Menghirup getah lambung dan partikel makanan

  4. Keadaan genetik
    - Fibrosis kistik
    - Diskinesia silia, termasuk sindroma Kartagener
    - Kekurangan alfa-1-antitripsin

  5. Kelainan imunologik
    - Sindroma kekurangan imunoglobulin
    - Disfungsi sel darah putih
    - Kekurangan koplemen
    - Kelainan autoimun atau hiperimun tertentu seperti rematoid artritis, kolitis ulserativa

  6. Keadaan lain
    - Penyalahgunaan obat (misalnya heroin)
    - Infeksi HIV
    - Sindroma Young (azoospermia obstruktif)
    - Sindroma Marfan.
GEJALA
Gejalanya bisa berupa:
- batuk menahun dengan banyak dahak yang berbau busuk
- batuk darah
- batuk semakin memburuk jika penderita berbaring miring
- sesak nafas yang semakin memburuk jika penderita melakukan aktivitas
- penurunan berat badan
- lelah
- clubbing fingers (jari-jari tangan menyerupai tabuh genderang)
- wheezing (bunyi nafas mengi/bengek)
- warna kulit kebiruan
- pucat
- bau mulut.

DIAGNOSA
Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, biasanya di paru-paru bagian bawah akan terdengar suara ronki.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
  • Rontgen dada

  • CT scan dada

  • Biakan dahak

  • Hitung jenis darah

  • Pemeriksaan keringat atau pemeriksaan fibrosis kistik lainnya

  • Analisa serum immunoglobulin

  • Serum presipitin (pemeriksaan untuk antibodi jamur, aspergillus)

  • Tes PPD untuk infeksi TBC.


  • PENGOBATAN
    Tujuan dari pengobatan adalah mengendalikan infeksi dan pembentukan dahak,membebaskan penyumbatan saluran pernafasan serta mencegah komplikasi.

    Drainase postural yang dilakukan secara teratur setiap hari, merupakan bagian dari pengobatan untuk membuang dahak.
    Seorang terapis pernafasan bisa mengajarkan cara melakukan drainase postural dan batuk yang efektif.

    Untuk mengatasi infeksi seringkali diberikan antibiotik, bronkodilator Dan ekspektoran.

    Pengangkatan paru melalui pembedahan dilakukan pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian obat atau pada penderita yang mengalami perdarahan hebat.

    PENCEGAHAN
    Imunisasi campak dan pertusis pada masa kanak-kanak membantu menurunkan angka kejadian bronkiektasis.

    Vaksin influenza berkala membantu mencegah kerusakan bronkus oleh virus flu.
    Vaksin pneumokok membantu mencegah komplikasi berat dari pneumonnia pneumokok.

    Minum antibiotik dini saat infeksi juga mencegah bronkiektasis atau memburuknya penyakit.

    Pengobatan dengan imunoglobulin pada sindroma kekurangan imunoglobulin mencegah infeksi berulang yang telah mengalami komplikasi.

    Penggunaan anti peradangan yang tepat (seperti kortikosteroid), terutama pada penderita bronkopneumonia alergika aspergilosis, bisa mencegah kerusakan bronkus yang akan menyebabkan terjadinya bronkiektasis.

    Menghindari udara beracun, asap (termasuk asap rokok) dan serbuk yang berbahaya (seperti bedak atau silika) juga mencegah bronkiektasis atau mengurangi beratnya penyakit.

    Masuknya benda asing ke saluran pernafasan dapat dicegah dengan:
    - memperhatikan apa yang dimasukkan anak ke dalam mulutnya
    - menghindari kelebihan dosis obat dan alkohol
    - mencari pengobatan medis untuk gejala neurologis (seperti penurunan kesadaran) atau gejala saluran pencernaan (seperti regurgitasi atau batuk setelah makan).

    Tetes minyak atau tetes mineral untuk mulut atau hidung jangan digunakan menjelang tidur karena dapat masuk ke dalam paru.

    Bronkoskopi dapat digunakn untuk menemukan dan mengobati penyumbatan bronkus sebelum timbulnya kerusakan yang berat.

    Rabu, 05 Oktober 2011

    PRE VALENSI KUNYIT

    dr. E. Morgan  (September 2011)


    Menurut Laporan Penelitian American Institute of Cancer Report yang dimuat The New York Times akhir Juli 2010 kanker dapat dicegah dengan kunyit.  Dari penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa dari  500 responden, mayoritas responden yaitu sebanyak 421 (84,2%) responden tidak mengetahui tentang manfaat kunyit bagi kesehatan.
    India adalah produsen bubuk kunyit terbesar di dunia dan juga konsumen bubuk kunyit terbesar dunia. Masyarakat India banyak yang mengonsumsi kunyit dan menambahkan kunyit dalam masakan mereka sehari-hari. Berdasarkan penelitian medis menyimpulkan, bahwa India, dan negara-negara lain yang banyak menggunakan kunyit memiliki risiko lebih rendah menderita kanker, termasuk kanker prostat.
    Di Indonesia kunyit banyak digunakan sebagai bumbu dalam masakan  yang menurut periset Naomi Berrie Diabetes Center di Columbia University Medical Center menemukan bahwa kunyit dapat mengatasi obesitas dan menurunkan risiko diabetes tipe 2. Prevalensi diabetes  dan hipelipidemia dari tahun ke tahun meningkat. Kedua penyakit tersebut merupakan  faktor risiko untuk penyakit kardiovaskuler yang merupakan penyebab kematian pertama di Indonesia sejak tahun 1995. Pada tahun 2008 penderita diabetes di Indonesia mencapai 0,8-6,1 persen dari jumlah penduduknya. Menurut Data dari Kementerian Kesehatan Provinsi Riau pada tahun 2009 di Provinsi Riau obesitas  mencapai 17,5 persen.

    Selasa, 27 September 2011

    Fakta Demam Berdarah Dengue

    dr. Juliani, 29 November 2010
    Definisi
    Adalah suatu penyakit akut yang terutama menyerang anak yang disebabkan oleh virus dengue dengan gejala utama demam dan manifestasi perdarhan pada kulit ataupun bagian tubuh lainnya dan bertendensi menimbulkan renjatan dan dapat berlanjt pada kematian.


     Fakta
    Menurut data dari Organisasi Kesehatan Amerika (PAHO) jumlah penderita demam berdarah yang banyak menyerang anak-anak ini sejak tahun 2009 sampai tahun 2011 terus meningkat. Tahun 2009 tercatat 144.000 orang yang menderita demam berdarah dan menewaskan 43 jiwa. Sedangkan tahun 2010 tercatat 146.000 orang yang menderita demam berdarah dan menewaskan 56 jiwa. Penyakit yang disebarkan melalui nyamuk ini banyak melanda Brazilia, Kolombia dan Venezuela.

    Di Propinsi Riau Wabah demam berdarah dengue (DBD) telah menyebar di seluruh kabupaten dan kota. Selama Januari hingga Agustus 2008 tercatat 748 kasus, dan delapan anak-anak penderita DBD meninggal dunia. Untuk tahun 2009 misalnya tercatat 456 orang terserang DBD dan 21 orang tewas akibat DBD. Untuk siklus Mei tahun 2008 ini, sudah tercatat 748 kasus dengan 8 diantaranya tewas. Catatan pihak Depkes Riau, menyebut 748 warga terserang DBD dan 8 diantaranya menyebar disejumlah kabupaten. Kasus terbanyak terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi (286 kasus), Bengkalis (129) dan Pekanbaru (229) Menyusul Kampar (39) Dumai (7), Rokan Hilir (33) Rokan Hulu (10) dan Kabupaten Pelalawan (20 kasus) (Depkes Provinsi Riau, 2010).

    Rabu, 27 Juli 2011

    PENDIDIKAN SEKS

    Prof. Dr. Abdul Aziz, Februari 2011




    1.      Pengertian Pendidikan Seks
    Sebagian orang yang berpendapat bahwa pendidikan seks merupakan konsep barat. Terutama melihat kenyataan bahwa keterbukaan masalah seksual berkembang disana. Pendidikan seks tidak hanya berkembang di barat, tetapi juga di timur, masalah seks adalah masalah universal. Terjadi dimana saja. Demikian juga pendidikan seks. Barangkali yang menjadi masalah adalah keterbukaan secara eksplisit yang lebih menonjol di Negara-negara maju. Orang Tua adalah orang bisa menerapkan aturan dalam rumah, memberikan batasan dan disiplin terhadap anak-anaknya.
    Pendidikan seks menurut Islam adalah upaya pengajaran dan penerapan tentang masalah-masalah seksual yang diberikan pada anak, dalam usaha menjaga anak dari kebiasaan yang tidak islami serta menutup segala kemungkinan kearah hubungan seksual terlarang (zina).
    Di Amerika Serikat, Pada tahun 2010 sekitar 83 % di tingkat menengah sekolah-sekolah telah memberi pelajaran yang mengandung topik-topik pembicaraan yang berkaitan dengan masalah seksual. Dilihat dari jumlah anak yang terlibat, terdapat 74-83 % yang pernah mengikuti pembicaraan topik-topik tersebut.
    Dalam survei terakhir, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan data bahwa sepanjang tahun 2010 dari 164 kasus sebanyak 65,7 % terkait dengan kasus kekerasan pada anak. Jenis kekerasan yang paling banyak terjadi pada anak adalah kekerasan seksual sebanyak 43,6 % (52 kasus) , kekerasan fisik sebanyak 28 % (32 kasus), penelantaran sebanyak 18,9 % (21 kasus), dan kekerasan psikis 9,5 % (11 kasus).
    Pendidikan seksual adalah untuk “memberi pengetahuan yang benar kepada anak yang menyiapkannya untuk beradaptasi secara baik dengan sikap-sikap seksual di masa depan kehidupannya, dan pemberian pengetahuan ini menyebabkan anak memperoleh kecenderungan logis yang benar terhadap masalah-masalah seksual dan reproduksi”
    Orang tua manapun tentu selalu menginginkan anaknya menjadi anak yang baik. Anak adalah generasi yang diciptakan untuk kehidupan masa depan. Sepantasnyalah orangtua memberikan bekal berupa pendidikan yang menyeluruh, termasuk pendidikan seks. Orangtua dituntut memiliki kepekaan, keterampilan, dan pemahaman agar mampu memberi informasi dalam porsi tertentu, yang justru tidak membuat anak semakin bingung atau penasaran

    2.      Tujuan Pendidikan Seks

    Orang tua yang  mengajarkan pendidikan seks sedini mungkin akan menghindarkan anak dari risiko negatif perilaku seksual. Karena dengan sendirinya, anak akan tahu mengenai seksualitas dan akibat-akibatnya jika dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, dan adat istiadat, serta kesiapan mental seseorang.
    Adanya kasus pelecehan atau kekerasan atau manipulasi seks pada anak juga kian meningkat, sehingga hubungan seks pranikah atau manipulasi seks pada anak pun semakin meningkat. Banyaknya kasus aborsi di kalangan remaja menjadi salah satu masalah yang kian kompleks di masa seperti ini. Tak hanya itu saja, meningkatnya penderita HIV dan penyakit menular seksual lainnya juga terus membuat orang tua harus semakin menyadari dengan pentingnya pendidikan seksual.

    3.      Manfaat Pendidikan Seksual Pada Anak
    Manfaat yang bisa dipetik dari pendidikan seksualitas pada anak antara lain :
    • Mengerti dan memahami dengan peran jenis kelaminnya
    Dengan diberikannya pendidikan seksualitas pada anak, seorang anak laki-laki diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi laki-laki seutuhnya, begitu pula dengan anak perempuan, diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi seorang perempuan seutuhnya. Sehingga tidak ada lagi yang merasa tidak nyaman dengan peran jenis kelamin yang dimilikinya.
    •  Menerima setiap perubahan fisik yang dialami dengan wajar dan apa adanya
    Masa kanak-kanak adalah masa dimana seorang manusia sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun psikis. Terutama saat mereka mulai memasuki masa pubertas, dimana perubahan fisik dan psikis mengalami tahap paling cepat dibandingkan dengan masa sebelum dan sesudahnya. Dengan diberikannya pendidikan seksualitas menjadikan anak-anak mengerti dan paham tentang bagaimana mereka menyikapi perubahan-perubahan tersebut, sehingga mereka tidak akan merasa asing, kaget, bingung, dan takut saat menghadapinya.
    •  Menghapus rasa ingin tahu yang tidak sehat
    Sebaiknya, orang-orang terdekat seperti orang tua dan guru bisa menjadi sosok yang menyenangkan bagi anak untuk bisa memenuhi rasa ingin tahunya yang menggebu tentang banyak hal termasuk tentang seksualitas. Ini dimaksudkan agar anak tidak memutuskan untuk mencari tahu jawaban akan pertanyaan-pertanyaannya melalui teman, komik, VCD, ataupun media lainnya yang tidak menjamin anak mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya.
    • Memperkuat rasa percaya diri dan bertanggung jawab pada dirinya
    Percaya diri akan timbul jika seorang anak sudah merasa nyaman dengan dirinya. Anak akan merasa nyaman pada dirinya jika telah mengetahui setiap bagian dari dirinya juga fungsi dari bagian-bagian tersebut. Sehingga, anak akan mengetahui apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan. Pada akhirnya, anak akan mulai belajar untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
    • Mengerti dan memahami betapa besarnya kuasa Sang Pencipta
    Pemahaman tentang bagian-bagian dan fungsi-fungsi yang ada pada tubuhnya akan membuat anak semakin mengerti dan memahami betapa luar biasanya ciptaan Tuhan.



    4.      Metode Pendidikan Seks Sesuai Dengan Usia Anak
    Menurut Boyke Nugroho (2010), secara garis besar membagi pendidikan seks bagi anak berdasarkan usia ke dalam empat tahap yakni usia 1 - 4 tahun, usia 5-7 tahun, 8-10 tahun dan usia 10-12 tahun.
    •  Pada usia 1- 4 tahun.
          Orangtua disarankan mulai memperkenalkan anatomi tubuh, termasuk alat genital. Perlu juga ditekankan pada anak bahwa setiap orang adalah ciptaan Tuhan yang unik, dan berbeda satu sama lain. Terangkan bahwa anak laki-laki dan perempuan diciptakan Tuhan berbeda, masing-masing dengan keunikannya sendiri".
    • Pada usia 5-7 tahun
         Rasa ingin tahu anak tentang aspek seksual biasanya meningkat. Mereka akan menanyakan kenapa temannya memiliki organ-organ yang berbeda dengan dirinya sendiri. Rasa ingin tahu itu merupakan hal yang wajar. Karena itu, orang tua diharapkan bersikap sabar dan komunikatif, menjelaskan hal-hal yang ingin diketahui anak. Jelaskan pada anak perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan. Orang tua harus dengan sabar memberikan penjelasan pada anak”.
    • Pada usia 8 - 10 tahun.
           Anak sudah mampu membedakan dan mengenali hubungan sebab akibat. Pada fase ini, orang tua sudah bisa menerangkan secara sederhana proses reproduksi, contohnya tentang sel telur dan sperma yang jika bertemu akan membentuk bayi.
    • Pada usia 11-13 tahun
          Anak sudah mulai memasuki pubertas. Tanda-tandanya anak akan mengalami perubahan fisik, dan mulai tertarik pada lawan jenisnya. Anak juga sedang giat mengeksplorasi diri. Peran orang tua amat sangat penting. Orang tua harus menerima perubahan diri anaknya sebagai bagian yang wajar dari pertumbuhan seorang anak-anak menuju tahap dewasa, dan tidak memandangnya sebagai ketidak pantasan atau hal yang perlu disangkal.


    Orang tua harus berusaha melakukan pengawasan lebih ketat, dengan cara menjaga komunikasi dengan anak tetap berjalan lancar. Kalau anak merasa yakin dan percaya anak bisa menceritakan apa saja kepada orang tuanya, orang tua akan bisa mengawasi si anak dengan lebih baik”.

    5.      Pokok-pokok pendidikan seks
    Diantara pokok-pokok pendidikan seks yang bersifat praktis, yang perlu diterapkan dan diajarkan kepada anak adalah:
    •  Menanamkan rasa malu pada anak.
         Rasa malu harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan biasakan anak-anak bertelanjang di depan orang lain ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Membiasakan anak perempuan sejak kecil berbusana Muslimah menutup aurat juga penting untuk menanamkan rasa malu sekaligus mengajari anak tentang auratnya.
    • Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.
        Secara fisik maupun psikis, laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan mendasar. Perbedaan tersebut telah diciptakan sedemikian rupa oleh Allah. Adanya perbedaan ini bukan untuk saling merendahkan, namun semata-mata karena fungsi yang berbeda yang kelak akan diperankannya.. Islam menghendaki agar laki-laki memiliki kepribadian maskulin, dan perempuan memiliki kepribadian feminin. Islam tidak menghendaki wanita menyerupai laki-laki, begitu juga sebaliknya. Untuk itu, harus dibiasakan dari kecil anak-anak berpakaian sesuai dengan jenis kelaminnya. Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya.
    • Memisahkan tempat tidur.
        Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang eksistensi dirinya. Jika pemisahan tempat tidur tersebut terjadi antara dirinya dan orang tuanya, setidaknya anak telah dilatih untuk berani mandiri. Jika pemisahan tempat tidur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.
    • Mengenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu).
         Tiga ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Aturan ini ditetapkan mengingat di antara ketiga waktu tersebut merupakan waktu aurat, yakni waktu ketika badan atau aurat orang dewasa banyak terbuka. Jika pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.
    • Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin.
          Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya {toilet training). Dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun.
    • Mengenalkan mahram-nya.
       Tidak semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati. Dengan memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan mahram-nya. Dalam islam diharamkan incest, yaitu pernikahan yang dilakukan antar saudara kandung atau mahram-nya.
    •  Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata.
        Orang tua menjauhkan anak-anaknya dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi yang akan merusak kehidupan masa depan anak.
    •  Mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilat.
          Ikhtilat adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang dibolehkan oleh syariat Islam. Ikhtilat dilarang karena interaksi semacam ini bisa menjadi mengantarkan pada perbuatan zina yang diharamkan Islam.
    •   Mendidik anak agar tidak melakukan khalwat.
         Dinamakan khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di suatu tempat, hanya berdua saja. Khalwat merupakan perantara bagi terjadinya perbuatan zina. Anak-anak sejak kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan seperti ini. jika bermain, bermainlah dengan sesama jenis.
    •  Mendidik etika berhias.
       Berhias berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa berpenampilan menawan. Tujuan pendidikan seks dalam kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan maksiat.
    •  Ihtilam dan haid.
        Ihtilam adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia baligh. Adapun haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilam dan haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan fisiologis dan psikologis semata. Yang paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah



    6.      Hal-Hal Yang Diajarkan Dalam Pendidikan Seksualitas
    Pendidikan seksualitas juga berguna dalam mempersiapkan anak memasuki masa pubernya, agar saatnya nanti anak tidak lagi kaget, bingung, malu, dan cemas dalam menghadapi berbagai perubahan-perubahan yang terjadi pada fisik dan jiwa mereka.
    Dengan diberikannya pendidikan seksualitas pada anak, seorang laki-laki diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi laki-laki seutuhnya, begitu pula dengan anak perempuan, diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi seorang perempuan seutuhnya. Selain itu, diharapkan anak akan lebih mudah untuk membentengi diri dari pengaruh-pengaruh lingkungan yang tidak baik.

    7.      Cara membicarakan seks dengan anak-anak
    Aspek yang penting dari pendidikan seks adalah menyampaikan nilai-nilai, standar, dan sikap keluarga. Merasa risih membicarakan hal ini pada anak wajar saja asal tidak membuat orang tua tidak bertindak sama sekali.
    Ada beberapa cara sederhana yang mungkin dapat anda gunakan untuk membicarakan seks dengan anak tanpa terganggu perasaan risih :
    •   Mulailah sejak dini dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti
    • Jujurlah mengenai perasaan kita sebagai orang tua, jangan malu mengakui bahwa kita merasa risih membicarakan seks.
    •  Jawablah pertanyaan yang ditanyakan.
    •  Bila kurang jelas mintalah anak mengulang pertanyaan dan tanyakan maksud pertanyaannya.
    • Gunakan istilah yang tepat.
    • Ajari mereka nama-nama dari anatomi reproduksi.
    •  Jangan tertawa.



    8.      Yang perlu diperhatikan dalam pendidikan seksualitas pada anak
    •  Tanamkan rasa percaya pada anak
    Dalam hal ini kepercayaan menjadi sesuatu yang sangat berarti dalam membangun ikatan yang harmonis antara orang tua dan anak. Kepercayaan akan membuat si anak mau jujur dan terbuka akan masalah-masalah yang dihadapinya.
    • Tinggalkan saru dan tabu
     Seksualitas adalah bagian dari diri yang mesti dipahami oleh anak. Sehingga anak tahu, mengerti, puas dengan peranannya, dan mampu menyikapinya dengan wajar dan benar.
    •  Bersikap wajar dan mengunakan bahasa yang mudah dimengerti
    Sering kali sikap malu dan tabu berefek negatif pada hubungan keseharian orang tua dengan anak, hal ini menyebabkan kebanyakan dari orang tua tidak menggunakan bahasa yang benar, sopan dan anak mengerti.
    •  Jawab secukupnya sesuai dengan apa yang diharapkan anak
    Sebelum memberi jawaban atas pertanyaan yang diajukan anak, sebaiknya cari tahu lebih dulu maksud dan kejelasan dari pertanyaan tersebut pada anak.
    •   Jawab ketika anak bertanya
    Ada kalanya tidak mesti menunggu sampai anak bertanya pada kita untuk menjelaskan apa yang sudah seharusnya mereka ketahui. Saat anak bertanya merupakan kesempatan emas bagi para orang tua untuk menjawabnya.
    • Perhatikan untuk usia berapa pendidikan seksualitas diberikan
    Banyak hal yang harus diketahui anak tentang seksualitas, dan diperlukan waktu yang bertahap sesuai dengan tingkatan usia agar anak paham tentang makna seksualitas seutuhnya.
    • Sisipkan norma agama
    Menyisipkan norma agama adalah jalan teraman dalam memberikan pendidikan seksualitas pada anak dan sebagai upaya mendekatkan anak pada sang pencipta.
    • Bersikap konsisten dan jadilah model yang baik
     Bersikaplah konsisten terhadap perkataan dengan perilaku sehingga bisa menjadi model yang baik bagi anak kita.
    •  Gunakan lingkungan sebagai contoh
    Banyak kejadian di lingkungan sekitar yang sebenarnya bisa bermanfaat dengan baik untuk menjelaskan hal-hal yang berkenaan dengan seksualitas.
    • Apabila orang tua tidak mampu memberikan pendidikan seksualitas pada anak.
    Masih banyak orang tua yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pendidikan seksual bagi anak-anaknya. Banyak orang tua yang masih enggan untuk memberikan informasi tentang seksualitas pada anak-anaknya. Selain merasa risih dan tabu, mereka juga merasa tidak mempunyai cukup pengetahuan tentang hal tersebut.